Kehamilan Ektopik: Gejala Dan Penyebabnya

By
Advertisement
kehamilan ektopik

Hamil Care - Banyak wanita khawatir tentang berbagai komplikasi selama kehamilan. Salah satunya adalah kehamilan ektopik yang merupakan salah satu komplikasi kehamilan. Apakah bunda, sahabat bunda saat ini mengalami kehamilan ektopik, atau sekedar ingin tahu, kita mungkin memiliki banyak pertanyaan bukan?. Berikut ini adalah beberapa pertanyaan yang paling umum kita dengar dari para wanita mengenai kehamilan ektopik.

Penyebab kehamilan ektopik


Kehamilan normal adalah janin berkembang dan tumbuh di dalam rahim wanita sedangkan "Ektopik" berarti keluar dari tempatnya. Kehamilan ektopik merupakan kelainan yang terjadi selama hamil seperti halnya hamil anggur. Penyebab hamil ektopik adalah kelainan pada saluran tuba.

Pada kehamilan ektopik sel telur hanya menempel di saluran tuba falopi itulah mengapa kehamilan ektopik sering disebut "kehamilan tuba". Jarang ditemukan kehamilan ektopik terjadi selain di tuba falopi, seperti pada leher rahim, ovarium, atau di tempat lain di dalam perut wanita.

Kehamilan ektopik menyebabkan perdarahan internal, infeksi, dan bahkan kematian. Kehamilan ektopik merupakan kejadian langka karena dari 100 kehamilan hanya 2 yang mengalaminya. Akan tetapi dalam 3 dekade belakangan terjadi peningkatan jumlah resiko kehamilan ektopik.

Menurut para ahli kenaikan ini terjadi karena: tingginya infeksi menular seksual yang menyerang saluran tuba falopi dan sterilisasi kesuburan.

Apakah kehamilan ektopik berbahaya?

Tentu saja iya, kehamilan ektopik mengancam hidup ibu hamil dan merupakan salah satu penyebab utama kematian, kehamilan ini biasa terjadi pada trimester pertama usia kehamilan. Embrio yang telah berkembang akan pecah di tuba falopi mengakibatkan terjadinya pendarahan internal dan infeksi. Kabar baiknya adalah adanya pengobatan untuk mengatasinya.

Siapakah yang lebih beresiko mengalami Kehamilan ektopik?

Wanita akan mengalami peningkatan resiko mengalami kehamilan ektopik bila mereka:
  • Memiliki riwayat penyakit radang panggul atau endometriosis.
  • Berusia 30 tahun atau lebih.
  • Memiliki riwayat kehamilan ektopik sebelumnya.
  • Pernah melakukan operasi perut, tuba fallopi, atau pinggul.
  • Perokok aktif.
  • Memiliki telur yang dibuahi ditempatkan dalam tabung falopi selama prosedur infertilitas 
Sangat jarang ditemukan bagi seorang wanita untuk hamil setelah ia telah menjalani prosedur sterilisasi (KB) atau saat dia menggunakan IUD. Tetapi jika dilakukan, ia akan mengalami peningkatan resiko kehamilan ektopik.

Apakah gejala kehamilan ektopik?


Di saat awal masa kehamilan kehamilan ektopik terlihat seperti kehamilan normal pada umumnya.Terdapat tanda tanda kehamilan seperti mengalami telat haid, nyeri pada payudara, kelelahan,dan juga mual.

Tanda tanda kehamilan ektopik meliputi:
  • Nyeri disalah satu bagian perut.
  • Terjadi kram dan bercak.
  • Pendarahan pada vagina.
  • Nyeri di bagian bahu.
  • Mual dan muntah
  • Pusing dan pingsan.
Bagaimana cara kehamilan ektopik diobati?

Kehamilan ektopik dapat disembuhkan dengan obat atau dengan cara operasi. Konsultasikan dengan dokter tentang pengobatan apa yang sesuai diantaranya adalah:
  • Obat metotreksat dapat digunakan untuk menghilangkan kehamilan tuba.
  • Operasi dapat menggagalkan kehamilan. Kadang-kadang juga perlu untuk menghilangkan tuba falopi beserta kehamilan atau disebut salpingectomy.
  • Kehamilan tuba dapat dihilangkan melalui operasi cesar atau prosedur terbuka. Juga dapat dihilangkan  melalui operasi kecil di dekat pusar dengan menggunakan laparoskopi.
Emosi Setelah Kehamilan ektopik

Kehamilan ektopik merupakan salah satu jenis keguguran. Wanita yang mengalami kehamilan ektopik memiliki perasaan seperti wanita yang mengalami keguguran pada kehamilan normal.

Dapatkah saya hamil lagi bila pernah mengalami kehamilan ektopik?

Hal ini tergantung perawatan apa yang telah dilakukan dan juga pada kondisi saluran tuba falopi itu sendiri. Ketika rahim telah diangkat atau rahim telah terluka, mungkin sulit bagi kita untuk dapat hamil lagi. Akan tetapi banyak wanita yang dapat mengalami kehamilan normal setelah sebelumnya mengalami kehamilan ektopik, dan sebanyak 5-8 orang dari 10 wanita mampu hamil lagi.

Sebenarnya ada banyak perawatan tersedia untuk membantu wanita mendapatkan kehamilan normal setelah sebelumnya mengalami kehamilan ektopik. konsultasikan dengan dokter mengenai pengobatan terbaik dan sesuai bagi bunda.



0 comments:

Posting Komentar