Tampilkan postingan dengan label KELUHAN HAMIL. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label KELUHAN HAMIL. Tampilkan semua postingan

Bahaya Virus Rubella Pada Ibu Hamil

By // Tidak ada komentar:

virus rubella

virus rubella pada ibu hamil



Virus rubella pada ibu hamil tumbuh dan berkembang pada rongga hidung, kelenjar getah bening (limfonudi), dan rongga mulut (nasopharinx). Penularan virus rubella hampir mirip dengan virus influenza yakni melalui pernafasan dari orang yang terjangkit virus rubella.

Apa itu virus rubella?
Virus rubella atau disebut dengan German Measles (ruam 3 hari) adalah penyakit yang dikarenakan infeksi dari virus rubella. Virus ini pertama kalinya ditemukan di negara jerman pada abad ke-18.

Baca Juga: Kenali Tanda-Tanda Yang Berbahaya Bagi Kehamilan

Gejala infeksi virus Rubella pada ibu hamil.


Sebagian besar ibu hamil tidak bisa merasakan secara pasti gejala yang muncul saat terinfeksi virus rubella. Gejala yang muncul hanya pilek ringan, pusing, demam (sekitar 37,5°C), mata merah dan terasa nyeri di persendian. Gejala tersebut sekilas mirip dengan gejala flu yang mana seringkali dihiraukan.

Selama 14 - 21 hari masa inkubasi setelah terinfeksi virus rubella, gejalanya belum juga tampak. Padahal virus tersebut sudah menyerang organ tubuh dari ibu hamil seperti: jaringan lubang hidung, tenggorokkan, saluran kemih dan juga usus besar.

Mengapa Ibu Hamil rentan terkena virus Rubella? 

Virus rubella tidak hanya menyerang ibu hamil, namun juga bisa mengenai semua orang. Wanita hamil memiliki daya tahan tubuh yang lebih rendah dibandingkan dengan wanita yang tidak hamil, sehingga sebagian besar kasus orang yang terinfeksi virus rubella adalah wanita hamil.


Virus Rubella pada ibu hamil dan Akibatnya pada Janin

Infeksi yang terjadi pada wanita hamil akan mempengaruhi perkembangan dan pertumbuhan janin di dalam kandungan. Ini dikarenakan virus rubella mempunyai komponen yang bersifat teratogenik (penyebab kecacatan pada janin)yang mampu melewati plasenta dan menuju janin.

Bila telah mengenai janin akan berakibat kerusakan sel-sel janin dan menyebabkan terjadi kelainan genetik pada janin diantarannya:

  • Kelainan pada mata (katarak, retinopathy)
  • Kelainan pada syaraf (retardasi mental, radang selaput otak)
  • Kelainan pada telinga (kasus paling banyak, ketulian)
  • Kelainan pada jantung (kebocoran katup jantung)
  • Kelainan lainnya seperti: pembengkakan pada hati dan limpa, gangguan pembekuan darah

WASPADA: Infeksi Virus Rubella pada ibu hamil akan berakibat fatal bagi janin.

Infeksi Virus Rubella hingga menuju janin melalui ibu hamil, melewati tiga cara, yaitu:

  1. Melalui jalan darah plasenta/ari-ari dari ibu ke janin.
  2. Ketika proses persalinan, dimana janin terkena darah atau pun cairan tubuh si ibu saat melewati jalan lahir.
  3. Ketika menyusui, dimana penularan bisa melalui pernafasan si ibu atau pun melalui air susu ibu.

virus rubella dan toxoplasma

Pencegahan Virus Rubella pada Ibu Hamil


Cara untuk menghindari virus Rubella

Untuk menghindari atau paling tidak meminimalisasi penyebaran dan infeksi virus rubella pada ibu hamil, Anda sebaiknya melakukan upaya preventif sbb:

  • Sebisa mungkin hindari kontak langsung dengan orang yang sedang sakit flu
  • Menambah waktu istrahat untuk menjaga kondisi tubuh
  • Mengonsumsi makanan yang bergizi bagi ibu hamil dan minum vitamin
  • Tidak menengok orang sakit yang sedang dalam perawatan di rumah sakit
  • Lakukan vaksinasi MMR (measles, mumps, rubella) untuk wanita yang akan menikah, Vaksin ini bukan untuk yang telah hamil karena Vaksin MMR ini merupakan virus yang telah dilemahkan.
  • Pastikan calon ibu  telah benar-benar bebas dari TORCH sebelum hamil nanti
Baca Juga: 6 Jenis Makanan Yang Mesti Dihindari Ibu Hamil

Pengobatan virus rubella pada ibu hamil


Jika diketahui sudah terkena virus rubella, apa yang mesti dilakukan?

Pada dasarnya tidak ada perawatan khusus bila wanita hamil telah terinfeksi virus rubella. Karena penyebabnya adalah virus maka proses penyembuhan hanya bersifat "Self Limiting Disease" atau dengan kata lain akan bisa sembuh dengan sendirinya seiring dengan peningkatan sistem kekebalan tubuh.

Lantas bagi janin di dalam kandungan memerlukan penanganan yang lebih detail baik sejak masih di dalam kandungan atau setelah lahir nantinya.

3 Jenis Keputihan Saat Hamil Dan Bahaya Yang Ditimbulkan

By // Tidak ada komentar:

jenis keputihan saat hamil

Keputihan saat hamil memiliki penyebab yang sama dengan keputihan secara umum, banyak sekali perempuan yang mengabaikan dan menganggapnya bukan merupakan sesuatu hal yang patut untuk dikhawatirkan. Padahal, tahukah Anda bahwa sebenarnya ada jenis keputihan saat hamil muda mapun hamil tua yang bisa berpengaruh bahkan juga membahayakan kandungan Anda?

Pada artikel kali ini saya akan mencoba mengajak Anda untuk mengenali jenis keputihan yang biasa terjadi saat hamil dan juga bahaya apa saja yang mungkin bisa saja ditimbulkan.

Ada 3 jenis keputihan yang dialami oleh perempuan saat tengah hamil, yakni kandidosis vulvovaginal, vaginosis baterialis dan trikomoniasis.

1. Kandidosis Vulvovaginal

Pada umumnya kondisi ini disebabkan oleh microorganisme Candida albicans, dan karena pertumbuhan sel jamur berlebih di daerah kewanitaan. Pemicunya bisa jadi karena penggunaan obat antibiotika secara berlebihan, penyakit diabetes, kebiasaan membersihkan area kewanitaan kurang sempurna dan selalu celana dalam yang terlalu ketat dengan bahan yang tidak menyerap air dengan sempurna.

Tanda-tanda Kandidosis Vulvovaginal adalah dengan keluarnya cairan pekat dengan bau yang sangat tajam. Biasanya juga disertai rasa gatal pada daerah kewanitaan, sakit saat buang air kecil dan berhubungan. Bila tidak segera diobati,  Kandidosis Vulvovaginal bisa menjadi pemicu terjadinya kelahiran prematur atau kelahiran bayi yang memiliki berat badan di bawah rata-rata bayi pada umumnya.

2. Vaginosis Bakterialis

Disebabkan karena jumlah laktobasili normal yang merupakan efek dari perubahan ekosistem di daerah kewanitaan berkurang. Tercatat hampir 24% perempuan yang hamil mengalami Vaginosis Bakterialis. Sama juga seperti kandidosis vulvovaginal, tanda-tanda Vaginosis bakterialis adalah dengan munculnya cairan pekat yang berbau sangat tajam akan tetapi baru menimbulkan rasa gatal saat kondisinya sudah sangat parah. Akibat Vaginosis Bakterialis juga hampir mirip dengan akibat Kandidosis Vulvovaginal.

3. Trikomoniasis

Biasa disebabkan karena protozoa yang dikenal dengan nama Trichomonas Vaginalis pada saluran kemih dan dapat menular melalui hubungan intim. Tanda yang muncul adalah dengan gejala iritasi dan juga rasa panas di daerah kewanitaan, gatal, serta pendarahan pasca berhubungan yang terjadi akibat radang pada leher rahim. Cairan yang keluar pada Trikomoniasis berbuih dan berbau cukup pekat, bahkan memiliki warna kuning agak kehijauan.

foto keputihan saat hamil
Foto keputihan saat hamil

Tips Menghindari keputihan saat hamil


Sehabis mengenali jenis jenis dan bahaya keputihan, Anda mungkin ingin mengetahui tips untuk menghindari keputihan yang berbahaya saat sedang hamil. Kuncinya sebenarnya terletak pada kebiasaan Anda sehari-hari, diantaranya

  • Menggunakan hanya celana dalam yang mampu menyerap keringat dan basah sehabis mandi seperti berbahan katun. Hindari celana dalam yang berbahan dasar sintetis, dan juga hindari terlalu sering untuk menggunakan celana dalam yang berbahan dasar pantyliner.
  • Membersihkan dan mengeringkan daerah kewanitaan sehabis mandi dan buang air kecil untuk menghindari munculnya jamur.
  • Membiasakan untuk membersihkan daerah kewanitaan dengan arah yang benar yakni dari depan ke belakang.
  • Serta hindari produk sabun atau tisu yang mengandung bahan parfum atau pewangi.
  • Yang terpenting, selalu aktif berkonsultasi dengan dokter kehamilan Anda jika merasa mencurigai munculnya keputihan yang tidak normal saat Anda hamil.

Itulah info mengenai jenis keputihan dan cara menghindari keputihan saat hamil, Semoga artikel ini bermanfaat dan jangan lupa like and share artikel ini biar semua teman-teman Anda tahu.

Awas !!! Dehidrasi Pada Ibu Hamil Berdampak Buruk Bagi Janin

By // Tidak ada komentar:
Dehidrasi pada ibu hamil

Air sangat penting dalam kehidupan dan untuk ibu hamil memainkan peranan penting dalam perkembangan janin agar sehat. Dehidrasi pada ibu hamil bisa jadi masalah serius karena bukan anda saja yang membutuhkan lebih banyak air, tetapi juga bayi anda. Sehingga meningkatkan peluang untuk kehamilan normal serta bayi yang sehat setelah melahirkan. Berarti terhidrasi dengan baik saat hamil adalah suatu keharusan.

Apa Yang Menyebabkan Dehidrasi?


Tubuh menggunakan air untuk metabolisme serta aktifitas kita sehari-hari. Berkurangnya cairan tubuh harus segera diganti untuk menjaga kadar air dalam batas normal. Keadaan berkurangnya cairan dalam tubuh yang belum tergantikan itulah yang membuat kita mengalami dehidrasi. Selama kehamilan, hal ini sangat mengkhawatirkan.

Saat hamil air berguna dalam kantung ketuban dan membentuk plasenta (merupakan jalur nutrisi untuk bayi agar tumbuh). Tubuh menggunakan air dalam jumlah banyak selama kehamilan. Dehidrasi otomatis menjadi perhatian serius jika tidak segera ditangani. Apalagi jika anda mengalami morning sickness sehingga potensi mengalami dehidrasi jadi lebih besar. Muntah dapat menyebabkan kekurangan cairan dan elektrolit. Penyebab lainnya seperti:

  • Olah raga berat
  • Diare
  • Muntah
  • Demam
  • Keringat berlebihan
  • Kurang minum air

Apa Tanda-tanda Dehidrasi Selama Kehamilan?


Ketika mengalami dehidrasi, tubuh mulai menunjukkan tanda-tanda tertentu. Sangat penting bahwa kita harus mampu mengenali tanda-tanda dehidrasi, diantaranya:

1. overheating

Kegiatan yang dilakukan di luar membuat suhu tubuh akan meningkat, bila kurang minum membuat anda kehilangan banyak cairan.

2. Warna urine lebih pekat.

Urine merupakan salah satu tanda peringatan dan merupakan indikator jika mengalami dehidrasi.

Gejala dehidrasi lainnya


Dehidrasi ringan sampai sedang dapat menyebabkan gejala-gejala ini:

  • Mulut kering
  • Mengantuk
  • Merasa haus
  • Jarang buang air kecil
  • Sakit kepala
  • Sembelit
  • Pusing

Jika mengalami gejala-gejala tersebut, minum air, dan istirahat yang cukup. Selama kehamilan, dehidrasi juga bisa memicu kontraksi Braxton-Hicks( rahim yang mengencang biasanya hanya berlangsung 1-2 menit). Kontraksi paling umum terjadi pada trimester kedua atau ketiga.

Gejala dehidrasi berat meliputi:

  • Haus yang ekstrim
  • Mulut sangat kering
  • Mudah marah
  • Urine sedikit
  • Warna urine sangat pekat
  • Mata cekung
  • Denyut jantung dan pernafasan cepat
  • Tekanan darah rendah
  • Kulit kering, keriput dan berkurangnya elastisitas kulit.

Dehidrasi ringan biasanya bisa diatasi dengan minum air, tapi pada tahap dehidrasi berat terutama ketika hamil membutuhkan perawatan medis sesegera mungkin.

Akibat dehidrasi selama hamil


Dehidrasi selama kehamilan dapat mengakibatkan komplikasi yang sangat serius, termasuk:

  • Cacat tabung saraf
  • Air ketuban rendah
  • Persalinan prematur
  • Produksi yang buruk dari ASI
  • Cacat lahir

Cara mencegah dehidrasi selama kehamilan


  • Mencegah dehidrasi tidaklah sulit. Cara terbaik untuk tetap terhidrasi selama kehamilan adalah dengan minum banyak air setiap hari. Cobalah untuk minum setidaknya 8 sampai 12 gelas setiap hari.
  • Jika mengalami gangguan pencernaan, cobalah untuk minum air di antara waktu makan.
  • Jika Anda megalami morning sickness yang menyebabkan muntah, cobalah minum banyak air ketika mual sudah reda. Dalam kasus morning sickness yang ekstrim tidak cukup dengan minum air seperti biasa, namun harus mendapat perawatan medis.
  • Hindari kafein, yang dapat membuat sering untuk buang air kecil. Air sangat ideal, tetapi Anda juga bisa minum susu, jus buah alami, dan sup.
  • Kurangi kegiatan seperti olah raga berat yang menyebabkan keringat dan suhu tubuh meningkat. Atau kegiatan di luar ruangan saat musim panas.


    Siapapun bisa saja mengalami yang namanya dehidrasi, tetapi ketika sedang hamil peluang mengalami dehidrasi lebih besar. Cara terbaik untuk menghindari dehidrasi ringan, sedang, dan berat adalah selalu minum air yang banyak. Biasakan untuk selalu membawa botol air ketika melakukan kegiatan di luar rumah. Ingatlah selalu untuk minum air setidaknya 8-12 gelas tiap harinya karena anda dan bayi sangat membutuhkan air.



    Inilah Penyebab Dan Posisi Bayi Sungsang Dalam Kandungan

    By // Tidak ada komentar:
    bayi sungsang

    Bayi sungsang ???...banyak dari kita sudah mengenal apa itu bayi sungsang dan penyebabnya. Bila ada yang belum tahu maka artikel penyebab bayi sungsang ini penting untuk ibu hamil ketahui, dan sebagai pengingat kembali agar selalu siaga dimasa kehamilan. Masa dimana hampir mendekati waktu persalinan tiba-tiba setelah anda tahu bahwa akan mengalami bayi sungsang. Bisa saja anda mengalami stres dan berdampak kurang baik untuk janin dan kelancaran persalinan.

    Apakah itu bayi sungsang?

    Bayi sungsang adalah perubahan posisi bayi dimana kepala bayi terletak searah dengan ibu hamil yang mana untuk bayi normal seharusnya posisinya berlawanan dengan ibu hamil atau kepala dekat dengan dinding rahim. Persentasi mengalaminya yakni 1 dari 25 kelahiran akan mengalami bayi sungsang, jadi persentasi kelainan ini terjadi sebanyak 0,25 %.

    Faktor penyebab dari bayi sungsang

    Ada beberapa faktor penyebab bayi sungsang diantaranya :

    1. Memiliki bayi kembar.

    Saat anda mengandung bayi kembar, besar kemungkinan lahir sungsang akan terjadi. Ini disebabkan karena salah satu bayi kepalanya telah berada di atas dulu maka otomatis memenuhi ruang panggul. Jadi pada bayi kembar salah satunya akan mengalami sungsang.

    2. Pengaruh berat badan janin.

    Berat badan janin memberikan potensi lahir sungsang, bilamana berat janin kurang dari 3 kg dan telah melahirkan sebelumnya besar kemungkinan terjadi sungsang. Janin yang masih kecil di dalam rahim yang lebih longgar membuat janin masih dapat untuk berpindah pindah posisi. Sebaliknya bila berat badan terlalu besar (kegemukan) sedangkan posisi kepala masih di atas, akan membuat janin kesulitan untuk berubah pada posisi normal.

    3. Memiliki bentuk rahim yang tidak normal.

    4. Bila air ketuban terlalu banyak (polihidramnion)

    5. Mengalami kelainan pada plasenta (plasenta previa). Dengan resiko sebanyak 27-30 % di akibatkan oleh faktor plasenta.

    Berbagai posisi dari bayi sungsang di usia hamil 7 dan 8 bulan


    Letak atau posisi dari bayi sungsang di dalam rahim terbagi dalam 3 bentuk yaitu diantaranya:

    1. Frank Breech ( sungsang bokong)
    Dimana pantat janin dekat dengan mulut rahim, sedangkan kedua kakinya terangkat ke atas hingga sejajar dengan kepala.

    2. Complete Breech ( sungsang sempurna)
    Posisi hampir sama dengan Fraank Breech namun untuk kakinya dekat dengan pantat. Atau dengan kata lain posisi seperti jongkok.

    3. Incomplete Breech (sungsang belum sempurna)
    Bilamana satu kaki dekat dengan pantat bayi sedangkan yang satunya sejajar dengan kepala. Akan tetapi posisi ini jarang sekali di temukan.

    posisi bayi sungsang


    Cara mengetahui apakah bayi mengalami sungsang

    Pencegahan sejak dini dapat dilakukan jika sebelumnya sudah diketahui jika bayi anda mengalami sungsang. Cara berikut bisa dilakukan untuk mendeteksi kelahiran sungsang di antaranya:

    • Melalui pengamatan dari luar: biasanya dilakukan oleh bidan atau dokter dengan meraba pada bagian perut. Jika bayi sungsang maka bagian kutub atas perut terasa keras dan menonjol, karena itu adalah kepala janin yang keras.
    • Melalui pengamatan dari dalam : cara ini hanya dapat dilakukan oleh dokter atau bidan yakni melalui jalan memasukkan jari ke dalam rahim.
    • Cara yang termudah dan akurat adalah dengan jalan USG.

    Bayi sungsang dan penyebabnya telah kita ketahui dari artikel di atas, namun mengetahui saja tidaklah cukup untuk kita menghindari kelainan tersebut. Setelah kita tahu penyebabnya lantas bagaimana cara untuk mencegahnya dan tindakan apa yang harus dilakukan. Silahkan lanjut ke link artikel selanjutnya mengenai cara mengembalikan posisi bayi yang sungsang dan apakah bisa lahir secara normal?.


    Cara mengatasi bayi sungsang

    Sembelit Pada Ibu Hamil

    By // Tidak ada komentar:
    sembelit pada ibu hamil

    Sembelit merupakan masalah umum yang sering kali terjadi pada ibu hamil, karena rata-rata hampir setengah dari ibu yang sedang hamil mengalami masalah sembelit atau konstipasi. Salah satu penyebab sembelit adalah peningkatan hormon progesteron yang tinggi sewaktu hamil, sehingga melemaskan otot-otot di seluruh tubuh termasuk juga di saluran pencernaan.

    Dengan meningkatnya hormon progesteron berakibat proses pencernaan makanan yang melewati usus menjadi lebih lambat dibanding saat sebelum hamil. Keadaan ini semakin ditambah dengan adanya tekanan pada rektum oleh rahim yang semakin membesar karenan perkembangan janin setiap minggunya. Penggunaan vitamin prenatal yang mengandung zat besi tinggi juga menyebabkan timbulnya sembelit.

    Cara mengatasi sembelit


    Berikut ini adalah beberapa cara untuk mencegah dan mengurangi sembelit pada ibu hamil:

    • Mengkonsumsi makanan yang mengandung serat yang tinggi seperti: sereal, roti, beras merah, kacang-kacangan, dan buah-buahan segar dan sayuran setiap hari. Jangan lupa untuk selalu meningkatkan gizi ibu hamil untuk mencegah terjadinya sembelit.
    • Minumlah banyak air minimal delapan gelas perhari atau bisa juga diselingi dengan minum segelas jus buah segar tiap hari.
    • Berolahraga secara rutin seperti jalan sehat, berenang, bersepeda statis, dan yoga.
    • Jangan pernah menunda pergi ke kamar mandi ketika telah merasakan dorongan untuk buang air besar.
    • Jika multivitamin Anda mengandung zat besi dengan dosis yang tinggi (padahal tidak sedang anemia), mintalah dokter untuk beralih ke suplemen atau vitamin yang mengandung sedikit zat besi. Beberapa vitamin mengandung pelembut tinja dan mengandung Docosahexaenoic acid (DHA).
    • Jika langkah di atas tidak dapat membantu segera konsultasikan dengan dokter mengenai penggunaan suplemen serat atau pelunak tinja.

    Sembelit akan memepersulit buang air besar sehingga seringkali harus mengejan saat buang air besar. Sembelit dapat menyebabkan atau bahkan memperburuk penyakit ambeien atau wasir. Namun terkadang sembelit dapat menjadi penyebab dari masalah lain seperti waktu istirahat anda menjadi kurang teratur.

    Bila ibu hamil saat ini mengalami sembelit yang parah disertai dengan nyeri pada perut, dan keluarnya darah, segeralah menghubungi dokter atau bidan terdekat, Bisa jadi itu mungkin merupakan salah satu dari tanda bahaya bagi ibu hamil.


    Keguguran: Penyebab dan tanda tandanya

    By // Tidak ada komentar:

    Keguguran

    Banyak ibu hamil pernah mengalami keguguran, disaat mendambakan lahirnya buah hati yang di idam-idamkan tapi ternyata keguguran menghapus semuanya.

    Keguguran merupakan hilangnya kehamilan sebelum usia kehamilan mencapai 20 minggu atau dengan kata lain embrio atau janin tidak mampu bertahan hidup di luar uterus pada awal kehamilan.

    Dalam istilah medis jenis keguguran ini disebut juga aborsi spontan. Keguguran merupakan hal yang umum terjadi di masyarakat karena 1 sampai 2 dalam setiap 10 kehamilan mengalami keguguran. Keguguran yang paling sering terjadi di awal-awal masa kehamilan, akan tetapi ada juga yang mengalaminya pada tiga bulan pertama kehamilan.

    Apakah Penyebab Keguguran?


    Ketika mengalami keguguran, kita mungkin bertanya-tanya mengapa hal itu bisa terjadi?. Ada yang beranggapan bahwa keguguran terjadi akibat perilaku ibu hamil itu sendiri, faktanya tidak sepenuhnya benar bahwa keguguran disebabkan misalnya karena : posisi berhubungan badan, olahraga, penurunan berat badan, dan konsumsi obat-obatan. Cukup sulit untuk mengetahui penyebab keguguran karena sebagian besar keguguran disebabkan oleh kondisi kromosom pada bayi. Jadi tidak ada kaitannya dengan kondisi kesehatan ibu atau ayah.
    Beberapa yang menjadi penyebab keguguran secara umum antara lain:

    • Embrio atau janin yang mengandung kromosom berkembang secara abnormal. Gen yang termasuk di dalam kromosom menentukan atribut fisik seseorang seperti: golongan darah, jenis kelamin, rambut dan warna mata.
    • Faktor usia menunjukan bahwa resiko keguguran mencapai 12 - 15% pada wanita usia 20-an, dan naik hingga mencapai 25% pada wanita yang berusia 40 tahun.
    • Mengidap penyakit kronis yang dapat menyebabkan terjadi keguguran seperti penyakit diabetes, ginjal kronis, jantung, tiroid atau lupus.
    • Infeksi dan trauma yang sangat parah bisa juga menyebabkan keguguran.
    • Kelainan pada rahim (leher rahim mulai melebar dan membuka terlalu dini di awal kehamilan, tanpa di iringi rasa sakit) yang terjadi setelah usia kehamilan 3 bulan.
    • Merokok, minum beralkohol, kokain, dan penggunaan kafein dalam jumlah yang banyak.
    • Ibu hamil yang terlalu kurus dan obesitas memiliki risiko yang lebih besar akan mengalami keguguran.
    • Pernah mengalami keguguran sebelumnya sebanyak dua atau lebih secara berturut-turut biasanya akan beresiko mengalaminya lagi.
    • Paparan radiasi atau zat-zat yang beracun dilingkungan sekitar.
    • Masalah hormonal.
    • Gizi yang buruk akibat kurang nya makanan bergizi bagi ibu hamil.

    Melihat beberapa penyebab diatas dapat ditarik kesimpulan bahwa tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa stres atau aktifitas fisik yang menjadi penyebab keguguran.

    Tanda tanda keguguran


    Keguguran dapat diketahui berdasarkan tanda keguguran yang muncul seperti :
    • Pendarahan hebat yang terjadi pada vagina atau spotting.
    • Mengalami sakit (kram) di bagian bawah perut.
    • Demam tinggi.
    • Sudah tidak merasakan adanya tanda tanda kehamilan lagi.
    • Keluarnya cairan pada vagina.
    • Detak jantung bayi tidak terdengar.
    Bila tanda-tanda keguguran diatas muncul, segeralah untuk menghubungi penyedia layanan kesehatan sesegera mungkin untuk mendapatkan perawatan dan pengobatan untuk menghindari hal-hal yang tidak kita inginkan.

    Jenis-jenis keguguran


    Ada beberapa jenis keguguran yaitu:
    • Keguguran terancam (Threatened miscarriage): Yakni mengalami pendarahan baik yang diikuti dengan kram maupun tidak, dan menutupnya leher rahim. Keguguran jenis ini ada kemungkinan akan mengalami keguguran, namun dengan penanganan dan pengobatan dapat membuat pendarahan berhenti sehingga kehamilan dapat berlangsung kembali dengan normal.
    • Keguguran tidak bisa dihindari (Inevitable miscarriage): Terjadi peningkatan pendarahan dan leher rahim mulai terbuka dan dalam fase ini keguguran sudah bisa dipastikan terjadi.
    • Aborsi tidak sempurna (inComplete abortion): Beberapa jaringan yang ada di dalam mulai keluar dari rahim, namun masih ada sebagian yang tertinggal di dalam rahim.
    • Keguguran sempurna (complete miscarriage): Seluruh jaringan telah keluar dari rahim dan biasanya tanpa perlu adanya perawatan khusus.
    • Aborsi terjawab (Missed Abortion): Kehamilan telah berakhir tetapi jaringan masih ada di dalam namun akan keluar dengan sendirinya. Kondisi ini masih memerlukan adanya perawatan dan pengobatan.
    Kehamilan ektopik juga merupakan salah satu jenis keguguran, yang mana kehamilan ektopik ini terjadi ketika sel telur dibuahi di luar rahim atau di saluran tuba falopi dan jarang terjadi di tempat selain di tuba falopi.

    Dapatkah saya hamil lagi setelah pernah mengalami keguguran sebelumnya?


    Dari hasil survey yang dilakukan bahwa hampir 85% wanita yang telah mengalami keguguran sebelumnya, masih dapat hamil lagi secara normal dan melahirkan dengan normal pula. Keguguran tidak ada kaitannya masalah dengan kesuburan namun bila keguguran berlangsung dua kali atau lebih secara berturut-turut sebaiknya urungkan untuk hamil lagi.

    Mintalah kepada dokter untuk melakukan tes diagnostik dan menentukan penyebab keguguran yang menimpa anda sebelumnya. sehingga hasil tes dapat digunakan untuk mengambil langkah-langkah guna mencegah keguguran terjadi kembali, kemungkinan dokter merekomendasikan pengobatan dengan progesteron yakni hormon yang berperan sebagai implantasi dalam rahim.

    Jadi sangatlah penting untuk rehat sejenak guna proses penyembuhan baik secara fisik maupun secara emosional setelah mengalami keguguran. Saran saya jangan terlalu menyalahkan diri sendiri atas apa yang terjadi. Pastinya kita sedih karena merasa kehilangan, maka dari itu dibutuhkan waktu dan persiapan yang matang dengan cara berkonsultasi dengan dokter dan menghindari pantangan ibu hamil agar dapat membantu kita memperoleh kehamilan yang sehat di masa mendatang.

    Artikel Terkait:

    Cara mencegah keguguran

    Tanda bahaya kehamilan










    Wasir Pada Ibu Hamil

    By // Tidak ada komentar:

    wasir pada ibu hamil

    Salah satu keluhan yang umum terjadi di masa kehamilan yakni wasir (ambeien). Sayangnya, wasir pada ibu hamil merupakan hal yang umum terjadi. Wasir adalah pembuluh darah di daerah dubur yang mengalami pembengkakan.

    Memiliki ukuran sebesar ukuran kacang polong bahkan juga ada yang seukuran anggur dan dapat berada di dalam rektum atau menonjol di dalam anus. Wasir bisa gatal dan benar benar tidak nyaman dan bahkan menyakitkan, terkadang dapat mengakibatkan pendarahan pada anus, terutama ketika kita buang air besar.

    Wasir biasanya terjadi pada masa kehamilan terutama pada trimester ketiga. Beberapa ibu hamil akan mengalaminya untuk pertama kali saat mereka hamil. Kebanyakan kasus wasir yang berkembang selama kehamilan akan mulai sembuh setelah melahirkan, terutama bila berhati-hati dan menghindari terjadinya sembelit pada ibu hamil. Namun bila pernah mengalami wasir sebelumnya, kemungkinan besar akan mengalaminya kembali.

    Penyebab ambeien selama kehamilan.


    Kehamilan membuat tubuh lebih rentan terhadap munculnya wasir dan varises di kaki. Membesarnya rahim memberikan tekanan pada vena panggul dan vena kava inferior yakni vena besar di sisi kanan tubuh yang menerima darah dari tubuh bagian bawah. Hal ini dapat menghambat sirkulasi darah dari tubuh bagian bawah, yang berakibat meningkatkan tekanan pada pembuluh darah di bawah rahim sehingga pembuluh darah menjadi lebih lebar atau membengkak.

    Sembelit, merupakan masalah umum yang terjadi selama kehamilan akibat kurangnya makanan yang sehat bagi ibu hamil, sembelit juga dapat menyebabkan bahkan memperburuk wasir itu sendiri. wasir cenderung memburuk saat kita mengejan waktu buang air besar. Wasir (Hemorrhoids) berkaitan erat dengan sembelit. Kombinasi antara meningkatnya tekanan pada rektum dan perineum dalam periode waktu yang lama adalah yang menjadi alasan utama terjadinya wasir.

    Selain itu juga terjadi peningkatan hormon progesteron selama masa kehamilan membuat dinding pembuluh darah lebih elastis, yang memungkinkan pembuluh darah membengkak. Hormon Progesteron juga berkontribusi terjadinya sembelit dengan memperlambat saluran usus dalam tubuh.

    Artikel Terkait:

    Tips Mencegah dan Mengobati Wasir